Semboyan Banjarmasin dan Bangka Belitung Memiliki Makna yang Sama

JENDELA IPS. Kalimantan Selatan, Banjarmasin Tengah – Semboyan Banjarmasin yaitu “Haram Manyarah,Wadja Sampai Kaputing”, semboyan ini berasal dari bahasa banjar yang artinya perjuangan yang tidak mengenal menyerah, dengan tekad baja hingga akhir. Semangat pantang menyerah sangat diperlukan dalam sebuah permainan atau aktifitas sehari-hari. Karena dengan semangat merupakan bagian dari tameng kita untuk percaya diri menyakini bahwa kita dapat menyelesaikan dan berhasil dalam permainan dan perkerjaan . Sedangkan semboyan Bangka Belitung ialah “Serumpun Sebalai” yang memiliki arti perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan perdamaian. Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat Melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama, dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Dengan demikian, Serumpun Sebalai mencerminkan sebuah eksistensi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kesadaran dan cita-citanya untuk tetap menjadi keluarga besar yang dalam perjuangan dan proses kehidupannya senantiasa mengutamakan dialog secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta berkerja sama dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Semboyan ini memiliki makna yang sama karena sama-sama berjuang dengan tujuan yang sama. Semboyan ini diciptakan agar masyarakat didaerah tersebut memiliki rasa motivasi dalam beraktivitas.

Perbedaannya dari makna logo tersebut, makna dari logo Banjarmasin  ialah “PARISAI” dengan warna dasar merah dan hijau, bergaris sisi dengan warna kuning. Parisai (Perisai), adalah alat penangkis dan bertahan yang melambangkan kewaspadaan mempertahankan diri dari konsekuen. Warna merah, adalah lambang keberanian dan kepahlawanan yang gagah perkasa, menegakkan kebenaran perjuangan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam menuju “masyarakat adil dan makmur’ yang diridhoi Allah”. Warna Kuning, adalah lambang kesuburan dan harapan bagi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dihari yang akan datang. Didalam Perisai terdapat lukisan-Iukisan : Bintang berwarna Kuning Emas, adalah lambang Ketuhan Yang Maha Esa dan perlambang keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala-galanya tanpa ada yang tersembunyi bagi-Nya. Rumah berbentuk bangunan spesifik Kalimantan Selatan asli, adalah lambang Suatu unsur kebudayaan yang depat dlbanggakan.Warna Hitam, adalah lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan mempunyai kebulatan tekad dan keunggulan kearah pelaksanaan Pembangun Nasional. Intan, adalah lambang penghasilan daerah Kalimantan Selatan yang sudah terkenal karena mempunyai mutu dan nilai yang sangat tinggi, yang merupakan pula sumber mata pencaharian penduduk Kalimantan Selatan. Warna Putih berkilap memancar, adalah lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan kalau dipimpin dengan sungguh-sungguh akan sanggup mencapai kecerdasan dan kemajuan serta sanggup pula melaksanakan segala pembangunan menuju pada kemuliaan dan keagungan Bangsa Indonesia. Buah Padi dan Batang Karet, adalah lambang penghasilan dan sumber kehidupan bagi terbesar penduduk Kalimantan Selatan. Buah Padi sebanyak 17 buah, Intan dengan 8 (delapan) pancaran dan Batang Karet sebanyak 1 pohon dengan bergaris 9 yang tersusun 4 disebelah kiri, 5 disebelah kanan. Yang merupakan susunan angka 17 8 1945 yaitu hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

            Sedangkan logo Bangka Belitung memiliki arti Peta Kepulauan Bangka Belitung melambangkan wilayah, masyarakat, sistem pemerintah, kebudayaan dan sumber daya alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lingkaran bulat simetrikal melambangkan kesatuan dan persatuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin terbuka. Butir padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000, dan 31 buah lada melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan provinsi ke 31 di Indonesia. Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Balok timah melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara sosial ekonomi telah menopang kehidupan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola sejak tahun 1710 Mary Schommers dalam Bangka Tin). Warna biru tua dan biru muda dalam perisai dan lingkaran hitam melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Putih (tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian. Kuning (padi dan semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan. Hijau (pulau dan lada), melambangkan kesuburan. Hitam (ikhtisar lingkaran), melambangkan ketegasan.

Penulis : Ghina Nabila