Sasirangan dan Batik: Warisan Budaya Khas Indonesia dengan Ciri Khas Motif yang Memiliki Jutaan Makna

JENDELA IPS. Banjarmasin- Sasirangan dan batik merupakan warisan budaya khas Indonesia yang bercirikan corak yang memiliki jutaan makna. Sasirangan merupakan kain khas Kalimantan Selatan, dibuat dengan cara dijahit dan diikat dengan tali rafia atau tali, kemudian diwarnai. Kain ini bercirikan rangkaian pola yang sering disusun secara vertikal. Sasirangan disebut juga calapan atau kain celup yang dihias dengan warna dan corak tradisional khas Kalimantan Selatan. Beberapa desain tradisional kain sasirangan antara lain desain Kulat Karikit, Gigi haruan, Hiris Pudak, Naga Belimbur, Snake Stick, Amaranth Raja, Bintang Bahambur, Tampuk. Sedangkan batik adalah seni pembuatan kain batik dengan menggunakan lilin sebagai pembatasnya. Batik memiliki desain khas yang sering kali mencakup motif geometris, flora, fauna, dan budaya lokal. Batik juga mempunyai makna filosofis dan simbolis yang mendalam, sehingga setiap motif mempunyai makna dan arti penting yang berbeda-beda.

“Kalau sasirangan dproses dengan cara dlukis hbis itu djahit jelujur yg mana sasirangan itu berawal dri kata SIRANG yang artinya JELUJUR, jadi prosesnya dijelujur dijahit, diikat seerat mungkin supaya menghasilkan SIRANG yang bagus dan juga proses pengerjaan nya panjang, tidak hanya 1 proses.

Sedangkan batik, juga ada prosesnya cuman tidak sepanjang proses pengerjaan Sasirangan. Sasirangan diproses dengan cara dimotif, lalu djelujur, lalu lanjut proses pewarnaan, setelah pewarnaan lanjut proses pencabutan benang di bagian motif yang sudah di jelujur tadi, terakhir finishing pencucian lalu pengeringan.

Kenapa istimewa? ya karna khas dari Kota sendiri, apalagi kami sebagai pengrajin/ sebagai produksi sangat bangga karena bisa meningkatkan hasil karya khas dari Banjarmasin kalimantan selatan yaitu SASIRANGAN yg mana proses nya benar-benar di proses dengan cara manual tanpa mesin.

Kalau sasirangan sudah tidak diwariskan dari tahun ke tahun? Apalagi yg harus dbanggakan? Sedangkan sasirangan adalah kain Khas atau suata karya dari Kalimantan Selatan, yg mana harus benar2 dijaga, harus benar-benar di tingkatkan agar tidak hanya berkembang dan di sukai di kalimantan selatan. tetapi juga di sukai dari seluruh penjuru.” Tutur Yulia, pemilik usaha yuliasasirangan di Banjarmasin. (28/09/23).

Banjarmasin- Sasirangan dan batik merupakan warisan budaya khas Indonesia yang bercirikan corak yang memiliki jutaan makna. Sasirangan merupakan kain khas Kalimantan Selatan, dibuat dengan cara dijahit dan diikat dengan tali rafia atau tali, kemudian diwarnai. Kain ini bercirikan rangkaian pola yang sering disusun secara vertikal. Sasirangan disebut juga calapan atau kain celup yang dihias dengan warna dan corak tradisional khas Kalimantan Selatan. Beberapa desain tradisional kain sasirangan antara lain desain Kulat Karikit, Gigi haruan, Hiris Pudak, Naga Belimbur, Snake Stick, Amaranth Raja, Bintang Bahambur, Tampuk. Sedangkan batik adalah seni pembuatan kain batik dengan menggunakan lilin sebagai pembatasnya. Batik memiliki desain khas yang sering kali mencakup motif geometris, flora, fauna, dan budaya lokal. Batik juga mempunyai makna filosofis dan simbolis yang mendalam, sehingga setiap motif mempunyai makna dan arti penting yang berbeda-beda.

“Kalau sasirangan dproses dengan cara dlukis hbis itu djahit jelujur yg mana sasirangan itu berawal dri kata SIRANG yang artinya JELUJUR, jadi prosesnya dijelujur dijahit, diikat seerat mungkin supaya menghasilkan SIRANG yang bagus dan juga proses pengerjaan nya panjang, tidak hanya 1 proses.

Sedangkan batik, juga ada prosesnya cuman tidak sepanjang proses pengerjaan Sasirangan. Sasirangan diproses dengan cara dimotif, lalu djelujur, lalu lanjut proses pewarnaan, setelah pewarnaan lanjut proses pencabutan benang di bagian motif yang sudah di jelujur tadi, terakhir finishing pencucian lalu pengeringan.

Kenapa istimewa? ya karna khas dari Kota sendiri, apalagi kami sebagai pengrajin/ sebagai produksi sangat bangga karena bisa meningkatkan hasil karya khas dari Banjarmasin kalimantan selatan yaitu SASIRANGAN yg mana proses nya benar-benar di proses dengan cara manual tanpa mesin.

Kalau sasirangan sudah tidak diwariskan dari tahun ke tahun? Apalagi yg harus dbanggakan? Sedangkan sasirangan adalah kain Khas atau suata karya dari Kalimantan Selatan, yg mana harus benar2 dijaga, harus benar-benar di tingkatkan agar tidak hanya berkembang dan di sukai di kalimantan selatan. tetapi juga di sukai dari seluruh penjuru.” Tutur Yulia, pemilik usaha yuliasasirangan di Banjarmasin. (28/09/23).

Jadi, foto di atas adalah beberapa karya dari ka Yulia di tokonya yang bertempat di Banjarmasin yang Bernama Yuliasasirangan.

Keduanya merupakan warisan budaya khas Indonesia yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Sasirangan dan batik telah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya takbenda Indonesia. Kain sasirangan juga mempunyai keunikan tersendiri yaitu digunakan oleh masyarakat Banjar sebagai sarana penyembuhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan sasirangan dan batik sebagai representasi warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan seni yang tinggi.Sasirangan dan batik sebagai kain khas Indonesia. Sejak lama telah menjadi warisan budanyanya kita, NKRI. Orang-orang seringkali bertanya mengapa terpilih menjadi salah satu identitas negara Indonesia. Karna faktanya memang seindah itu karyanya. Karna khas dari tangan sendiri, sasirangan dan batik seringkali menjadi sorotan warga Kalimantan bahkan tanah air.

Jadi, foto di atas adalah beberapa karya dari ka Yulia di tokonya yang bertempat di Banjarmasin yang Bernama Yuliasasirangan.

Keduanya merupakan warisan budaya khas Indonesia yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Sasirangan dan batik telah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya takbenda Indonesia. Kain sasirangan juga mempunyai keunikan tersendiri yaitu digunakan oleh masyarakat Banjar sebagai sarana penyembuhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan sasirangan dan batik sebagai representasi warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan seni yang tinggi.Sasirangan dan batik sebagai kain khas Indonesia. Sejak lama telah menjadi warisan budanyanya kita, NKRI. Orang-orang seringkali bertanya mengapa terpilih menjadi salah satu identitas negara Indonesia. Karna faktanya memang seindah itu karyanya. Karna khas dari tangan sendiri, sasirangan dan batik seringkali menjadi sorotan warga Kalimantan bahkan tanah air.

Penulis : Nasywa Tsany Warastri