Batimung dan Leuhang Sebagai Bagian Dari Budaya Serta Pengobatan Tradisional di Indonesia

JENDELA IPS. Kalimantan Selatan, Handil Bakti – Negara Indonesia mempunyai berbagai macam tradisi dan kebudayaan, satu diantaranya adalah tradisi perawatan tubuh dan pengobatan tradisional. Secara umum, setiap daerah pasti mempunyai berbagai macam tradisi dan kebudayaan yang berbeda-beda. Seperti di daerah Kalimantan Selatan, khususnya masyarakat Banjar yang mempunyai tradisi Batimung. Tradisi Batimung digunakan untuk perawatan tubuh dan pengobatan tradisional serta dapat digunakan oleh perempuan dan laki-laki sebelum atau menjelang pernikahan masyarakat Banjar dan Dayak untuk mensucikan diri.

Batimung atau juga dapat disebut dengan mandi uap, memanfaatkan berbagai macam rempah-rempah sebagai bahan untuk melakukan kegiatan Batimung. Bahan untuk melakukan kegiatan Batimung pada saat ini berbeda dengan bahan yang digunakan di zaman dulu, pada zaman dulu bahan rempah-rempah yang digunakan hanyalah daun pandan, daun serai, dan daun laos atau lengkuas. Hanya membutuhkan ketiga rempah-rempah tersebut untuk melakukan kegiatan Batimung, hal tersebut saya dapatkan dari wawancara dengan ibu dan nenek saya. Namun, berbeda dengan zaman dulu yang bahan-bahannya tidak terlalu banyak. Pada saat ini bahan rempah-rempah yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan batimung lebih banyak dan ribet mencarinya, yaitu daun lengkuas, daun dilam, pudak, serai wangi, limau purut, serta bunga-bungaan seperti mawar, melati, kenanga, cempaka, dan lain-lain.

Dari bahan-bahan tersebut, kemudian semuanya dimasukkan kedalam panci yang berisi air dan kemudian direbus atau bahasa banjarnya “dijarang” sampai mendidih. Setelah proses tersebut selesai, kemudian panci yang berisi air mendidih itu diletakkan di lantai dan seseorang akan duduk disebuah kursi sambil membawahi panci tersebut untuk melakukan kegiatan Batimung. Setelah itu, seluruh tubuh orang tersebut kecuali kepalanya akan ditutupi dengan selimut atau tikar (karpet). Agar uap air yang ada di dalam tidak keluar dan tetap terjaga, hal tersebut bertujuan agar uap panasnya terfokus di dalam penutup dan memaksimalkan khasiat Batimung. Proses Batimung berlangsung selama berpuluh-puluh menit, tergantung ketahanan tubuh masing-masing atau bisa juga sampai airnya menjadi dingin dan hal tersebut menandakan proses Batimung telah selesai. Manfaat dari Batimung adalah dapat mengharumkan tubuh serta menghilangkan kotoran atau racun dalam tubuh, mempelancar peredaran darah, memperbaiki metabolisme tubuh, mensucikan diri (bagi calon pengantin), dan bisa juga mengurangi stress atau sebagai relaksasi.

Batimung

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Selain Batimung, ada juga sebuah pengobatan tradisional dari masyarakat Sunda yang mirip dengan Batimung yaitu Leuhang. Masyarakat Sunda memiliki sebuah tradisi dengan memanfaatkan tumbuhan di lingkungan sekitar untuk menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. Tradisi tersebut dikenal dalam bahasa Sunda dengan nama Leuhang, Leuhang dapat diartikan sebagai air hasil rebusan dari berbagai macam rempah-rempah yang berkhasiat untuk pengobatan tubuh. Air rebusan Leuhang dapat digunakan untuk mandi ataupun dengan cara memanfaatkan uap airnya saja. Bahan-bahan untuk membuat leuhang  yaitu daun sirsak, daun kayu manis, daun cengkih, daun salam, daun sirih, daun alpukat, daun serai, kecombrang, daun pandan, daun jeruk dan sebagainya. Cara pembuatannya pun sama seperti Batimung, yaitu bahan-bahannya direbus di dalam panci dengan menggunakan air. Setelah itu cara penggunaanya pun hampir mirip, yaitu dengan cara memanfaatkan uap nya saja dan bisa juga dimandikan. Serta menggunakan kain sarung dan dilapisi selimut agar uap air leuhang tidak keluar. Manfaat dari Leuhang adalah untuk membuang racun dalam tubuh, mempelancar peredaran darah, mencerahkan kulit, dan merelaksasikan tubuh agar lebih santai dan ringan.

Dari kedua kebudayaan tersebut, tentunya akan terdapat kesamaan dan juga perbedaan diantara keduanya. Sebagai berikut :

Persamaan antara Batimung dan Leuhang :

  1. Keduanya sama-sama menggunakan bahan utama atau bahan dasar air bersih
  2. Keduanya mempunyai cara pembuatan yang sama, baik Batimung ataupun Leuhang
  3. Keduanya sama-sama menggunakan penutup agar uap panasnya tidak keluar

Perbedaan antara Batimung dan Leuhang :

  1. Keduanya mempunyai jenis bahan rempah-rempah yang berbeda
  2. Keduanya mempunyai kegunaan atau manfaat yang berbeda, Batimung digunakan untuk pengobatan tubuh dan juga sebagai tradisi adat sebelum menjelang pernikahan. Sedangkan untuk Leuhang hanya untuk pengobatan atau perawatan tubuh
  3. Keduanya mempunyai cara penggunaan yang berbeda, Batimung hanya memanfaatkan uap panasnya. Sedangkan Leuhang selain memanfaatkan uap panasnya, tetapi juga airnya dapat dimandikan ke tubuh.

Penulis : Muhammad Fahrul Razi