Ketekunan Menimba Ilmu Oleh Datu Sanggul

Banjarmasin, 29 Oktober 2022. Datu Sanggul atau Syekh Abdush Samad Sirajul Huda merupakan ahli ilmu yang rela pergi kemana saja untuk menimba ilmu yang berasal dari salah satunya ketika beliau mendapatkan mimpi yang mana ketika itu beliau bertemu dengan seseorang yang tua yang mengatakan jika ingin mempelajari ilmu kesempurnaan atau ilmu sejati maka hendaknya pergi ke desa muning (sekarang Tatakan) yaitu kepada Datu Suban untuk mempelajari hal tersebut. Datu Sanggul yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan akhirnya berangkat ke desa Muning untuk bertemu dengan Datu Suban dengan bantuan Tamingkarsa untuk mempelajari ilmu tersebut. Hal ini menjadi sebuah hal yang perlu untuk diperhatikan, ketika jarak tidak lah menjadi sebuah penghalang untuk menimba ilmu, hal tersebut yang dilakukan Datu Suban yang berasal dari Palembang rela pergi ke desa Muning untuk berguru kepada Datu Suban.

Sebagai seorang penuntut ilmu sudah seharusnya melakukan hal yang demikian. Sebuah ilmu perlu untuk dicari, dipahami, dan dipelajari tanpa adanya pandangan dari adanya jarak, seperti sebuah pepatah yang mengatakan Tuntutlah Ilmu sampai Ke negara Cina yang maknanya carilah ilmu sejauh manapun, ketika ada sebuah ilmu maka pelajari dan pahami karena pastinya akan berguna terutama bagi diri sendiri. Ketika Datu Sanggul datang ke desa Muning untuk bertemu Datu Suban yang dibantu oleh Tamingkarsa, Abdus Shamad duduk bersimpuh dan berlutut serta mencium kedua tangan dan kaki Datu Suban untuk menjadi murid dari Datu Suban. Dan pada akhirnya datu Suban mengangkat Abdush Samad menjadi muridnya, dan mengangkatnya menjadi anak dunia akhirat. Abdush Samad ketika menjadi murid, beliau mempelajari ilmu agama yang meliputi ilmu tarekat, ilmu hakikat (tasawuf), ilmu ma’rifat, dan ilmu muhasyadat, serta Abdush Samad dan murid Datu Suban yang lainnya mempelajari kitab Barencong, dan Abdush Samad lah yang nantinya terpilih menjadi pewaris dari kitab tersebut sebagaimana perkataan dari Datu Suban dan kesepakatan dengan murid Datu Suban yang lainnya.

Datu Sanggul Syekh Sirajul Huda dalam menimba ilmu memang benar-benar dalam artian serius dan gigih dalam menimba ilmu. Yang mana ketika beliau datang saja langsung memberikan penghormatan kepada gurunya yaitu Datu Suban sebagai bentuk keseriusan dalam menimba ilmu. Seorang penentut ilmu memang sudah seharusnya melakukan hal yang demikian, ketika kita memiliki adab yang baik kepada guru kita untuk masalah ilmu tentunya akan mudah untuk kita pelajari, karena yang memegang ilmu atau yang mengajari sudah ridho terhadap mereka sehingga kita pun menjadi mudah dalam pembelajaran suatu ilmu. Salah seorang penimba ilmu, memberikan sebuah pendapat mengenai Datu Sanggul, Elma Nur Hafizah mengatakan “menuntut ilmu tiada batasnya, sejauh apapun sesulit apapun klo udah niat insyaaallah dimudahkan”. Dari perkataan dia, dapat diberikan makna jarak hanyalah jarak, dan ketika memang sudah memliki niat yang benar-benar untuk menimba ilmu maka tidak ada yang sulit untuk dilakukan karena memang niatnya memang sudah lurus untuk menimba ilmu. Jadi kita sebagai penimba ilmu tidak lah memandang jarak untuk menuntut ilmu ketika kita melihat, mendengar dan sebagainya yang berkaitan dengan ilmu maka datangi lah selagi ilmu tersebut tidak memberikan mudhorat atau kerugian bagi kita sebagai penimba ilmu dan ketika menimba ilmu tunjukkanlah bagaimana keseriusan kita menimba ilmu karena tentunya akan berdampak kepada penuntut ilmu tersebut juga.

Penulis : Muhammad Risalan Uzma

Sumber: Buku dan Wawancara

Jumadi, J., & Effendi, R. (2016). Tema dan Amanat Legenda Banjar. Eprints Universitas Lambung Mangkurat.Tim Sahabat. (2013).

Manakib Datu Sanggul. SAHABAT Mitra Pengetahuan.