JURNALISTIK: Gunakan Cara Tradisional, Pembuat Gula Aren Khas Kandangan Utamakan Kualitas

JENDELA IPS, HULU SUNGAI SELATAN, Kota kandangan di kenal sebagai kota pembuat gula merah aren asli karena banyaknya di kota tersebut tumbuh pohon aren yang digunakan sebagai bahan baku utama berupa nira atau air sadapan sari pohon aren untuk membuat gula merah tersebut. Karena zaman semakin berkembang, banyak orang yang sudah menggunakan teknologi agar pembuatannya menjadi praktis dan tidak memakan waktu banyak, tetapi masih ada juga sebagian orang yang membuat gula merah aren tersebut secara tradisional karena pembuatannya sudah dari dulu secara turun temurun.

Hanya saja banyak orang yang memiliki cara sendiri untuk membuatnya ada orang yang zaman dahulu bisa 8-10 jam dalam memproduksi guna aren ini, sedangkan zaman sekarang karena memiliki cara sendiri dalam proses produksinya, bisa sampai 3-4 jam saja. Di Desa Batang Kulur Tengah, kecamatan Sungai Raya. masih ada sebagian orang yang membuat gula merah aren ini dengan tradisional yang masih menjaga keasrian saat proses produksi.

Ali Nurdin (48), salah satu warga di Desa Batang Kulur Tengah, yang menjual sekaligus memproduksi sendiri gula merah aren asli mengatakan beliau mulai merintis usaha memproduksi gula merah aren asli mulai tahun 2014. Gula merah arennya diproduksi sendiri dengan di bantu oleh karyawannya. Dalam pembuatannya memasak dengan menggunakan wajan yang besar kemudian air lahangnya di masak sampai mendidih dan di aduk sampai mengental kemudian dimasukkan ke dalam cetakan gula merahnya setelah itu di dinginkan sampai mengeras.

Beliau mengatakan belum membuka cabang karena ini merupakan produksi rumahan yang di pantau sendiri oleh beliau, yang membuat gula merah aren beliau berbeda dengan yang lainnya karena kualitas air lahang yang dipilih beliau pastinya yang terbaik dan sebagai bahan baku utamanya, kadar air lahangnya lebih banyak dan aromanya pasti berbeda dengan yang lain sedangkan produksi di lain ada sebagian orang yang mencampurkan dengan gula pasir dan kadar air lahangnya lebih sedikit yang membuat gula merah aren tersebut menjadi berbeda.

Beliau mengatakan hanya membuat sesuai pesanan saja karena sudah memiliki pelanggan tetap, mulai dari pelanggan yang memiliki rumah makan, pelanggan yang berjualan di pasar dan di toko dan beliau sering mengantar sendiri gula merahnya ke daerah Martapura, Binuang dan Banjarbaru.

Kisaran harga gula merah aren asli ini mulai dari 15 ribu hingga 20 ribu perkilogram. Gula merah aren asli ini di bungkus dengan daun pisang kering karena mengikuti budaya zaman dulu yang mana untuk membungkus gula merah aren supaya menjaga keawetan gula tersebut dan melindungi gula tersebut agar tidak terkena udara dari luar yang mengakibatkan gula tersebut berubah bentuk.

”Kendala yang dirasakan saya memproduksi gula merah tersebut yaitu kendalanya ada di ketersediaan bahan baku utama karena air lahang murni saat ini sudah semakin langka” kata Ali(48), warga Desa Batang Kulur Tengah, Kabupaten Hulu Sungai. Pada zaman sekarang ini masih ada sebagian orang yang menjaga dan mempertahankan tradisinya dalam memproduksi gula merah aren asli ini secara turun-temurun.

Karena zaman sekarang ini bahan baku utama dalam pembuatan gula merah asli ini sudah semakin langka, sehingga sebagian orang dalam memproduksi gula merah aren nya ada dicampur dengan gula lain, maka dari itu jarang dan bahkan sulit sekali ditemukan orang yang membuat gula merah aren asli ini.

Penulis : Rizkia Ananda Sari