Darurat PJJ: Mahasiswa Pendidikan IPS FKIP ULM Lakukan Pembelajaran Luring

JENDELA IPS, BANJARMASIN, Pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai sekarang membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti. Adanya kebijakan Kemendikbud yang mengharuskan para peserta didik dari segala jenjang mulai dari Sekolah Usia Dini hingga Perguruan Tinggi belajar dari rumah atau daring. Kebijakan yang dibuat oleh Kemendikbud menuai pro-kontra dari berbagai kalangan dan menimbulkan dampak pada proses pembelajaran.

Alternatif dari kebijakan Kemendikbud sebagai upaya untuk menekan penyebaran covid-19 yang semakin hari bertambah. Namun, sebagian masyarakat seperti masyarakat kalangan bawah merasa kebijakan dari pemerintah kurang efektif. Hal ini dapat dilihat secara langsung banyaknya kendala-kendala seperti peserta didik yang tidak memiliki gawai (handphone), harga kouta yang mahal dan jaringan yang kurang stabil.

Contoh nyata dari suka duka mahasiswa PPL (Program Pengalaman Lapangan) dimana mengajar secara daring masih terdapat kekurangan dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti pada mahasiswa PPL FKIP ULM Indra Maulana dan Ekka Norliana yang di tempatkan di SMPN 5 Banjarmasin, ditemukannya peserta didik yang tidak memiliki gawai (handphone) namun alternatifnya belajar secara luring. Alasan peserta didik yang tidak memiliki gawai karena memiliki permasalahan di ekonomi. Sehingga mengharuskan mahasiswa PPL mengajar dengan datang kerumah peserta didik.

Jum’at (09/10/2020) siang, Mahasiswa PPL Indra Maulana menuturkan, ia mengajar di rumah seperta didik yang lokasinya ada di Banjarmasin Barat, Belitung Utara Gang Bina Warga 1. “kebetulan saya kedapatan mengajar PPL di SMPN 5 Banjarmasin dan mengajar di kelas VIII H secara daring tapi ada juga yang secara luring dengan mendatangi langsung ke rumah peserta didik seperti di kelas VIII H itu ada Sri Deby Dini Sabrina. Pada saat saya mengajar saya banyak mendengarkan keluhan dari Deby tentang belajar dari rumah ini karena dia merasa kurang dapat mencerna pembelajaran sebab tidak ada yang mengajarkan dia di rumah. Selain itu, dia juga harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan neneknya”.

Indra Maulana menjelaskan, bahwa dia merasa senang bertemu dan mengajar IPS secara langsung dengan Deby tetapi dia juga merasa iba pada Deby setelah mengetahui bahwa Deby tidak memiliki gawai (handphone) dan juga mengeluhkan tugas yang banyak. Harapan Indra Maulana pendidik saat ini harusnya lebih mengenal bagaimana latar belakang peserta didik. Deby adalah salah satu peserta didik dari peserta didik lain yang memiliki masalah dalam pembelajaran daring. Untuk memberikan pekerjaan rumah(tugas) seharusnya lebih dipertimpangkan agar pembelajaran lebih bermanfaat sesuai dengan kebutuhannya sehingga peserta didik tidak mengeluh karena banyak tugas.

Mahasiswa PPL (Program Pengalaman Lapangan) tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga memberikan semangat mengapai cita-cita. Masa pandemi Covid-19 dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) bukan berarti tidak belajar di rumah.

Penulis : Aida Afrina & Ekka Norliana