JURNALISTIK: Menaradak, Sebagai Teknik Tradisional Yang Masih Eksis Dilakukan Untuk Menanam Benih Padi

JENDELA IPS, JURNALISTIK, Petani Kalimantan Selatan memiliki sistem bertani yang tradisional dan sampai saat ini masih dilakukan, mungkin sekarang sulit menemui petani–petani yang melakukan sistem bertani tradisional, misalnya Menaradak.

Menaradak adalah istilah penanaman benih padi menjadi bibit padi sampai mencapai ketinggian daun padi tertentu. Teradak inilah nantinya yang akan ditanam di sawah, jadi bukan benih padi yang ditanam langsung di sawah, Teradak biasanya di tanam di tanah Tegalan untuk menghindari terendamnya benih oleh air sebelum tumbuh menjadi bibit padi.

Menaradak biasanya dilakukan sebelum musim tanam yaitu pada awal musim hujan, Penaradakan dilakukan pada awal musim hujan karena pada saat awal musim hujan tingkat kesuburan tanah meningkat dan persediaan air cukup, Sebelum melakukan penaradakan petani biasanya mencari lahan yang strategis atau lahan yang agak tinggi agar benih padi tidak terendam jika hujan turun, dan melakukan pembersihan lahan dari rumput-rumput liar, karena menaradak tidak bisa dilakukan di tempat persawahan.

Menurut Bapa Ansyari (warga Handi Aman, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala) Menaradak adalah tahapan yang harus dilakukan untuk mendapat kan hasil tanaman padi yang bagus, dan meneradak dilakukan setahun sekali pada awal musim hujan, dan alat yang biasanya digunakan untuk Menaradak adalah halu yang terbuat dari kayu ulin, galam, dan getah, atau kayu yang kuat. Untuk ukuran halu/tongkat ini biasa nya sesuai keinginan petani masing-masing.

Tahapan pertama yang dilakukan untuk Menaradak adalah membuat lubang-lubang yang tidak terlalu dalam menggunakan Halu (Tongkat), setelah membuat lubang benih-benih padi yang telah dicuci/direndam selama satu malam di masukkan ke dalam lubang tersebut. Benih padi direndam karena untuk merangsang pertumbuhan bibit padi, Setelah benih padi di masukkan kedalam lubang maka lubang tadi ditutup dengan tanah/habu agar burung tidak memakan benih padi yang telah dimasukkan, tetapi tanah yang menutupi teradakan tadi tidak telalu tebal. Bibit padi biasa nya akan tumbuh 2-3 hari setelah penaradakan.

Walaupun zaman sudah maju teknologi pun juga sudah berkembang, tetapi petani masih saja menggunakan sistem tradisional Menaradak padahal teknologi yang berkembang sekarang memiliki fungsi yang sama untuk Menaradak juga sudah ada, tetapi petani di Kabupaten Barito Kuala masih melakukan penaradakan sistem tradisional, karena mereka tidak mau menghilangkan kebudayaan yang di wariskan dari nenek moyang mereka.

Penulis: Nadiatul Izmi